Langsung ke konten utama

Biografi Maulana Syekh 'Ala Na'imah

Maulana Syeikh 'Ala Muhammad Musthafa Na'imah adalah seorang ulama muda terkemuka dari Alexandria (Iskandaria), Mesir. Beliau dikenal dengan panggilan Syeikh 'Ala Na'imah di kalangan kerabat dan murid-muridnya. 

Sejak kecil, Syeikh 'Ala menempuh pendidikan formal dan non-formal di lembaga-lembaga Al-Azhar. Beliau sering melakukan perjalanan dengan kereta api antara Alexandria dan Kairo untuk menimba ilmu. Di sekolahnya, beliau selalu meraih predikat baik dan dijuluki sebagai murid teladan. Selain itu, beliau aktif menghadiri majelis-majelis ilmu bersama para masyaikh besar Alexandria, seperti Maulana Syeikh Ibrahim Abdul Ba'ist Al-Kattani dan Maulana Syeikh Abdussalam Ali Syita. 

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Syeikh 'Ala terus mendalami ilmu agama dengan menghadiri 4-5 majelis setiap harinya, termasuk majelis burdah. Beliau juga rutin mengikuti majelis hadrah bersama Maulana Syeikh Abdussalam, meskipun harus melakukan perjalanan pulang-pergi antara Kairo dan Alexandria setiap minggunya. 

Syeikh 'Ala dikenal sebagai ulama yang tawadhu' dan dermawan. Beliau tidak pernah memanggil murid-muridnya hanya dengan sebutan nama, melainkan menggunakan panggilan hormat seperti "Yaa Siidii", "Yaa Ust", atau "Yaa Sitti". Beliau juga sering memberikan kitab-kitab kepada murid-muridnya sebagai bentuk kedermawanan. Banyak muridnya yang menganggap beliau sebagai cerminan akhlak Rasulullah SAW karena kemahabbahannya kepada Nabi Muhammad SAW. 

Dalam mengajar, Syeikh 'Ala selalu berhati-hati dan menekankan pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu. Beliau menasihati murid-muridnya untuk belajar semata-mata demi meraih ridha Allah SWT, bukan untuk mencari pujian atau kedudukan di hadapan manusia. Beliau juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dan menjaga adab serta akhlak dalam proses menuntut ilmu. 

Syeikh 'Ala memiliki hubungan yang baik dengan ulama-ulama Indonesia. Beliau pernah menerima kunjungan dari KH Ahmad Fauzi Tidjani dan memberikan kesan positif terhadap kemampuan bahasa Arab dan kepribadian Kiai Ahmad. Beliau juga mendoakan keselamatan bagi pondok pesantren, masyayikh, asatidz, para santri, dan alumni di Indonesia. 

Melalui dedikasi dan ketawadhu'annya, Syeikh 'Ala Muhammad Musthafa Na'imah telah memberikan kontribusi besar dalam penyebaran ilmu agama dan menjadi teladan bagi para penuntut ilmu, baik di Mesir maupun di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opening POSE 2024: Ajang Olahraga Santri untuk Kebersamaan dan Sportivitas

Sumedang, 26 Desember 2024 – Pekan Olahraga Santri EMHA (POSE) 2024 resmi dibuka dengan penuh semangat pada Kamis, 26 Desember 2024, pukul 14.00 WIB, bertempat di Lapangan eMHa 3, Pondok Pesantren Islam Terpadu (PIT) Adzkiya Mansyaul Hikam, Cipatat Sekarwagi, Buahdua, Sumedang.   Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting pesantren, di antaranya:   1. Khadimul Ma'had PIT Adzkiya Mansyaul Hikam , KH. Dr. (Cand.) M. Nurpahmi H., M.Pd.   2. Dewan Asatidz dan Ustadzat 3. Para Kepala Madrasah dari MTs, MA, dan SMK Islam Terpadu Adzkiya MH, beserta seluruh guru.   4. Pengurus Pesantren (Dema, SKM, dan OPI).   5. Santriwan dan Santriwati  dari berbagai jenjang.   Susunan Acara Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan sholawat yang dipimpin oleh Ust. Aman Abdurrohman, S.Pd. , Penanggung Jawab Ma'had Shighor Lil Qur’an (MSLQu) Adzkiya eMHa.   Dilanjutkan dengan samb...

PENERIMAAN SANTRI BARU (PSB) PONDOK PESANTREN ISLAM TERPADU ADZKIYA MANSYAUL HIKAM TAHUN AJARAN 2025/2026